Larangan Pasang Foto Tokoh Nasional dalam Pemilu Dinilai Kekanak-kanakan

  Kamis, 01 Maret 2018   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

JAYAPURA, AYOBANDUNG.COM – Komisi Pemilihan Umum melarang pemasangan foto sejumlah tokoh nasional dalam kampanye Pemilihan Umum 2019 mendatang. Aturan ini dinilai mengebiri kreativitas dan kebebasan berekspresi peserta pemilu dan pendukungnya yang dijamin dalam konstitusi.

“Pemilu hanya lima tahun sekali, apa salahnya membuat pemilu meriah? Kalau yang ditakutkan adalah konflik gara-gara itu (pemasangan foto tokoh nasional), terlalu kekanak-kanakan dan dramatis,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Girindra Sandino di Jayapura, Papua, Kamis (1/3/2018), melansir Antara.

Pendekatan keamanan yang terlalu kaki demi stabilitas negara dalam pemilu dinilai Girindra sebagai kemunduran demokrasi di Indonesia.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, kampanye dilarang membawa gambar selain pengurus partai politik seperti foto Presiden RI, Bung Karno, Gusdur, dan lainnya.

“Simbol gambar tokoh seperti Bung Karno, Gusdur, dan lainnya secara tidak langsung memberikan visual pendidikan politik kepada publik atas jasa atau nilai-nilai yang diberikan tokoh-tokoh tersebut,” kata Girindra.

Menurutnya, aturan ini dibuat untuk menghindari rebutan atau saling klaim tokoh antar peserta pemilu. Namun tetap saja, bagi Girindra, alasan itu terlalu kekanak-kanakan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar