Penyebar Hoaks dan Konten SARA Dibekuk Polda Jabar

  Rabu, 28 Februari 2018   Arfian Jamul Jawaami
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM – Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil menangkap pemuda bernama Ahyad Saepuloh alias Ugie Khan lantaran diduga menyebarkan informasi hoaks dan konten bermuatan SARA di media sosial.

Ahyad ditangkap di Jalan Batu Rengat, Cigondewah, Kota Bandung oleh Unit Cyber Crime Polda Jabar pada Rabu (21/2/2018) pekan lalu. Barang bukti ditemukan berupa tiga ponsel berwarna emas, putih, dan hijau.

"Iya kami telah menangkap Ahyad karena diduga menyebarkan informasi hoaks," ujar Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Hari Suprapto kepada ayobandung, Rabu (28/2/2018).

Informasi hoaks tersebut terkait kasus penganiayaan dua tokoh pemuka agama Islam asal Jawa Barat yakni Kiai Haji Umar Basri dan Ustaz Prawoto yang terjadi pada akhir Januari dan awal Februari 2018 lalu.

Ahyad diduga telah menyebar ujaran kebencian dan informasi hoaks yang dilakukannya melalui beberapa akun Facebook miliknya, diantaranya Ugie Khan dan Ugie Khan II.

Konten yang digunakan Ahyad mengangkat mengenai isu pembunuhan Prawoto yang dikaitkan dengan PKI, penganiayaan Umar Basri, unggahan bersifat SARA serta penghinaan kepada pihak kepolisian.

Pada tanggal 18 September 2017, Ahyad mengunggah sebuah caption yang diduga merupakan sebuah penghinaan, bertuliskan: "Aneh bin Ajaib...!!!! PRESIDEN JOKOWI BERPESAN GEBUK PKI. TAPI POLISI GEBUK WARGA ANTI PKI."

Lalu pada tanggal 27 Januari 2017 Pukul 11.44 WIB, Ahyad mengunggah caption yang diduga hoaks, bertuliskan: "Para Bajingan TENGIK PKI SUDAH MULAI TERANG TERANGAN...!!! Beliau KH. Umar Basri pengasuh Ponpes Al Hidayah dipukul membabi buta saat sedang BERDZIKIR di tempat pengimaman. Mohon selalu waspada di setiap daerah karena mereka yang benci ULAMA sudah berani terang terangan menyerang ulama....!!! Sekarang beliau dirawat di salah satu RS di Cileunyi. Semoga KH. Umar Basri (Ceng Emon) diberikan kesembuhan....Amin."

Unggahan yang diduga hoaks kembali diunggah Ahyad pada tanggal 1 Februari 2017 pukul 19.35 WIB, bertuliskan: "INALILLAHI ustaz jadi korban lagi...!!!! Ustaz PRAWOTO SANG PENJAGA ULAMA WAFAT DIBUNUH PAKAI LINGGIS...!!! Kemarin Cicalengka KH.  BASRI dipukuli babak belur! Sekarang di Cigondewah! Besok siapa lagi...!!!! Para bajingan TENGIK PKI SUDAH MULAI TERANG TERANGAN...!!! Mohon selalu waspada di setiap daerah karena mereka yang benci ULAMA sudah berani terang terangan menyerang Ulama....!!!"

Bahkan dengan berani Ahyad mengunggah caption bersifat SARA bertuliskan: "Ternyata teroris itu di Asia, bukan di Timur Tengah. Agamanya Budha, bukan Islam."

Dengan bukti tersebut, Ahyad melanggar Pasal 45 a Ayat (2) yang berbunyi Pasal 28 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Pelaku diancam hukuman penjara di atas enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Adapun kasus yang dialami Umar Basri terjadi di Cicalengka, Kabupaten Bandung pada Sabtu (27/1/2018). Umar Basri merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka.

Sementara tragedi pembunuhan Prawoto terjadi di Cigondewah, Kota Bandung pada Kamis (1/2/2018). Prawoto adalah Komandan Brigade Pengurus Pusat Persatuan Islam.

Kedua kejadian tersebut punya kemiripan pada profil pelaku serta modus. Meski berbeda, tapi kedua pelaku sama-sama bernama Asep dan diduga mengalami gangguan jiwa.

Waktu kejadian juga berlangsung setelah kedua korban selesai menjalankan ibadah salat Subuh. Adapun Umar Basri diserang dengan tangan kosong di dalam masjid. 

Sementara Prawoto dibunuh dengan menggunakan pipa besi. Setelah sebelumnya pelaku yang juga merupakan tetangga korban lebih dulu menggedor rumah Prawoto di Jalan Cigondewah.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar