14 Kecelakaan Kerja dalam 2 Tahun, DPR Bakal Panggil Kementerian PUPR

  Rabu, 21 Februari 2018   Hengky Sulaksono
Dede Yusuf/ (Antara)

CIKUTRA, AYOBANDUNG.COM -- Masifnya kecelakaan kerja dalam proyek infrastruktur di pelabagai daerah di tanah air menjadi perhatian berbagai pihak. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tercatat terjadi 14 kecelakaan kerja infrastruktur pemerintah dalam dua tahun terakhir.

Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendi mengatakan, masifnya kecelakaan kerja yang terjadi banyak dipertanyakan anggota dewan. Dia menuturkan, sejumlah Komisi di DPR bakal memanggil Kementerian PUPR.

"Dari Kementerian PUPR, Menteri PUPR atau perwakilannya pasti akan dipanggil dalam waktu dekat," kata Dede dalam bincang-bincang Serap Aspirasi Masyarakat Bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat dalam Rangka Reses Masa Sidang III di Jalan Bekatonik, Kota Bandung, Rabu (21/2/2018) sore. 

Menurut Dede, beberapa Komisi yang bakal melakukan pemanggilan di antaranya Komisi III yang akan menggali informasi aspek legal dan hukum, Komisi V tentang bidang pekerjaan umum,  dan Komisi IX yang dia pimpin akan menginterogasi kementerian di sisi kesehatan dan keselamatan kerja. 

"Kami dari Komisi IX yang jelas akan memepertanyakan soal K3. Harus ada manajer K3 di setiap proyek. Akan kita pertanyakan sekian puluh kilometer berapa orang manajer K3, jangan-jangan cuma ada manajernya, tapi tanpa kualifikasi," katanya.

Dede yang sering melihat langsung sejumlah pengerjaan proyek selama melintas di jalanan Jakarta mengaku sering was-was. Menurutnya, jumlah 14 kejadian kecelakaan selama dua tahun bukanlah sesuatu yang wajar.

"Pasti ada something wrong. Misalnya pengerjaan teknis yang harusnya punya waktu 10 hari dikerjakan dalam sembilan hari, karena dikebut. Atau ada bahan-bahan, material yang spesifikasinya kurang sesuai. Karena banyak juga proyek yang dananya berasal dari investasi asing. Akan kita tanyakan," ujar dia.

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta agar sejumlah proyek yang mengalami kecelakaan kerja dihentikan sementara. Dia tak menginginkan, kelalaian dan kesalahan teknis dalam mengerjakan proyek menyebabkan lebih banyak kecelakaan kerja yang menelan korban.

"Kami sudah minta hentikan proyek-proyek yang ada kecelakaan. Kami harus telusuri juga apa penyebabnya. Jangan sampai ada lebih banyak lagi kecelakaan kerja, apalagi yang sampai menimbulkan korban," terangnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar