Beri SK, PKB Titipkan Ini ke Rindu

  Senin, 08 Januari 2018   Mildan Abdalloh
Bakal Calon Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menerima surat rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur jabar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), so kantor DPW PKB, Jln. Haruman, Kota Bandung, Senin (8/1/2017). Kedua pasangan tersebut di usung Partai PKB, PPP, Hanura dan Nasdem untuk maju pada Pilkada Jawa Barat 2018. (Kavin Faza/Job)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM-- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) sebagai bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. SK pengusungan pasangan tersebut, diserahkan di Kantor DPW PKB Jawa Barat, Jalan Haruman, Bandung, Senin (8/1/2018).

Sebelumnya, PKB menolak Uu sebagai bakal calon pendamping Ridwan Kamil, sehingga pengusungan pasangan Rindu tersebut bukan tanpa syarat.

"Kami legowo untuk mengusung Rindu, tapi dengan syarat agenda lahir batin menjadi visi-misi Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum," tutur Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda.

Agenda lahir batin, kata Huda, merupakan program yang menjadi rumusan PKB untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat. Ia menjelaskan, ada sembilan agenda didalamnya.

Pertama, menggerakan, menjaga, memfasilitasi pembangunan dan pengembangan pesantren, masjid, majlis taklim, diniyah dan memperhatikan kesejahteraan guru ngaji. Program tersebut untuk membangun karakter masyarakat yang lebih Islami.

Kedua, menguatkan kesejahteraan ekonomi umat di Jawa Bdengan menciptakan enterpreneur dari kalangan santri dan meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemberian akses jejering ekonomi dan pendampingan yang intensif.

Ketiga, membuka lapangan kerja baru, menciptakan ekonomi kreatif dengan menumbuhkembangkan enterpreneur muda urban dan desa untuk mengurangi pengangguran.

Keempat, menjamin keberlangsungan pasar trandisional dan warung rakyat dengan sistem zonasi retail modern dan merevitalisasi pasar tradisional.

Kelima, meningkatkan pendapatan petani dan nelayan dengan cara menciptakan skala ekonomi melalui pengembangan program unggulan kawasan perdesaan atay cluster ekonomi.

Keenam, mengutamakan kelompok perempuan melalui pemberdayaan usaha ekonomi, serta meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Ketujuh, mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan pembangunan di Jawa Barat melalui percepatan pemekaran, pembangunan megapolitan dan pembangunan kawasan di Jawa Barat selatan.

Kedelapan, mengurangi tingkat kemiskinan dengan mempercepat pelaksanaan program reforma agraria dan perhutanan sosial melalui redistribusi tanah dan legalisasi aset untuk masyarakat jawa barat.

Kesembilan mendorong percepatan kemandirian ekonomi desa dengan cara menggerakan dan pengembangan BUMDesa, pariwisata desa, serta pengalokasian dana desa dari APBD Provinsi sebagai dana pendamping dana desa dari APBN.

"Sembilan agenda ini harus tertampung dalam visi-misi Rindu," katanya.

Ditempat yang sama Ridwan Kamil menyatakan, dalam konteks visi misi yang dirancangnya sudah mengakomodisi kepentingan Jawa Barat.

"Intinya saya justru bersyukur, kontes visi misi tanpa diminta PKB, hal tersebut sudah menjadi prioritas, menambah kekuatan pemikiran visi misi kami,"jelasnya.

Ia mencontohkan, dalam masalah pemekaran wilayah, dengan jumlah penduduknya yang paling besar di Indonesia, Jawa barat sudah selayaknya melakukan pemekaran daerah otonomi baru. Dengan 27 kota kabupaten yang ada saat ini, daerah di Jawa Barat masih dipandang perlu melakukan pemekaran untuk peningkatan pelayanan masyarakat.

"Point pentingya, semua yang disampaikan PKB sudah masuk dalam visi misi Rindu," tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar