Menikmati Nuansa Psikedelik di Myloc Coffe & Bistro

  Kamis, 04 Januari 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Salah satu sudut di Myloc Coffee & Bistro, Bandung. (ayobandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Tengoklah salah satu sudut Jalan Braga, Bandung. Di persimpangannya dengan Jalan Suniaraja, kamu akan bertemu dengan satu bangunan menjorok berdinding abu. Dari luar biasa saja, tapi jika kamu masuk ke dalam, kamu serasa bertemu dengan sosok Jim Morisson tengah bersenandung “Light My Fire”.

Adalah Myloc Coffee & Bistro di bilangan Braga yang menawarkan konsep desain kafe ala psikedelik yang sempat ngetren di era 1960 – 1970an. Dipadukan dengan desain bergaya rustic industrial, membikin kafe ini semakin nyentrik.

Tengok saja salah satu dindingnya. Seorang perempuan bergaya bohemian mejeng cantik sembari meniupkan serulingnya di antara kembang-kembang berbagai warna yang mengelilinginya.

Kafe yang beralamatkan Jalan Braga 111 ini memang sepenuhnya membiarkan warna-warni a la psikedelik mendominasi seluruh ruang. Bahkan, tak jarang seluruh ornamen di dinding dijadikan area swafoto oleh pengunjung. Wajar saja, siapa pula yang tak kepincut?

“Kami memang banyak main di nuansa dan ornamen retro dan psikedelik. Karena kami memang sengaja pilih nuansa supaya instagramable,” kata Operational Coordinator Myloc Coffee and Bistro, Ibas saat berbicara dengan ayobandung, Kamis (4/1/2018).

Kafe yang beroperasi sejak Agustus 2015 ini memang didomunasi nuansa elektrik yang amat kental. Menggunakan palet cerah seperti biru, kuning, hijau, dan merah. Selalu mencuri perhatian.

Myloc Coffee and Bistro ini juga menawarkan kenyamanan a la rumahan. Ia mengunggulkan ruangan yang luas dan nyaman untuk pengunjung. Banyak tempat duduk yang bisa dipilih. Kamu bisa pilih salah satunya sebagai tempatmu bersantai atau bahkan mencari inspirasi kreatif.

Menu Ciamik

Saat berkunjung, ayobandung mencicipi menu Nasi Goreng a la Myloc dan Rockpresso. Menu ini dibanderol dengan Rp35.000 untuk nasi goreng dan Rp25.000 untuk segelas Rockpresso.

Sajian menu utama ini terdiri dari nasi goreng yang dibuat tumpeng dan satai lilit dengan bumbu sambal matah. Bumbu yang cukup terasa sampai ke daging bisa membuat lidah siapa pun bergoyang dibuatnya.  Gurih nan pedas. Menu ini sifatnya “kudu dan wajib” menjadi pilihan kamu karena pas untuk menemani cuaca Kota Bandung yang tak menentu. 

Jangan lupa juga cicipi Pie Apple a la Myloc yang konon diburu banyak pengunjung. Kata Ibas, kunci kelezatan dari menu favorit ini adalah irisan manisan apel sebagai topping dan hangatnya perasa jahe. Percayalah, konsep perkawinan rasa ini menyempurnakan menu penutup bersantai kamu di tengah guyuran hujan di Kota Bandung.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar