web analytics
Top banner bank bjb
Kenapa Finlandia Jadi Negara Dengan Pendidikan Terbaik?
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 21 Dec, 2017 | 07:32 WIB
Kenapa Finlandia Jadi Negara Dengan Pendidikan Terbaik?
ilustrasi (Pixabay)
BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Lebih banyak bermain ketimbang belajar di dalam kelas. Sedikit pekerjaan rumah dan hanya ada satu ujian nasional di usia 16 tahun adalah wajah dari pendidikan di Finlandia.
 
Namun ternyata, Finlandia merupakan negara dengan tingkat dan sistem pendidikan terbaik di dunia. Buktinya, siswa Finlandia selalu meraih peringkat teratas dalam Programme International Student Assessment.
 
Alasannya sederhana, lantaran negara di Eropa Utara tersebut sangat memerhatikan kesejahteraan siswa dan guru pengajar, baik secara fisik maupun materi. 
 
Kesejahteraan secara fisik terlihat dari toleransi waktu istirahat. Justru dengan waktu sekolah yang pendek lebih dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas siswa.
 
Waktu belajar dalam kelas di Finlandia hanya berlangsung empat jam dalam satu hari. 45 menit belajar di kelas dan 15 menit istirahat. Sementara untuk sekolah setingkat SMP dan SMA diberlakukan sistem seperti kuliah. 
 
Waktu istirahat tersebut digunakan siswa untuk bermain atau mengikuti klub minat. Begitu juga dengan para guru yang lebih memilih bersantai meminum kopi ketimbang melakukan evaluasi ketika waktu istirahat tiba. 
 
Sementara untuk kesejahteraan materi diperlihatkan melalui pemberian gaji yang besar bagi para guru. Memiliki gelar master atau jadi salah satu dari sepuluh besar lulusan universitas terbaik adalah syarat guru di Finlandia. 
 
"Posisi guru di Finlandia sangat terhormat. Kabarnya gaji guru di Finlandia merupakan yang tertinggi kedua setelah dokter. Kesejahteraan guru adalah kunci dari keberhasilan siswa," ujar Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi, di Bandung, belum lama ini.
 
Sementara untuk para siswa, kesejahteraan materi diberikan melalui biaya sekolah gratis. Plus pemberian makan siang, sarana transportasi hingga biaya kesehatan. 
 
Terlebih sistem pendidikan di Finlandia tidak mengenal istilah sekolah unggulan. Semua sekolah baik negeri maupun swasta sama-sama memiliki standar kualitas yang baik. 
 
Pendidikan di Finlandia sangat menekankan pada kualitas bukan kuantitas. Satu guru hanya untuk 12 siswa. Tidak ada ranking siswa karena evaluasi dilakukan personal oleh guru.
 
Selain itu sekolah selalu berkerjasama dengan orang tua untuk membentuk karakter mandiri. Alhasil siswa di Finlandia selalu pergi dan pulang sekolah sendirian. Hal tersebut dipercaya dapat membuat siswa berpikir lebih cermat dan sensitif.
 
Lalu yang paling penting, pendidikan di Finlandia dikemas dengan begitu menyenangkan bukan paksaan. Kebahagiaan siswa dalam belajar menjadi fokus utama kurikulum. Orang tua tidak diperkenankan memaksa anak untuk terus belajar tanpa henti.
 
"Pendidikan seperti sains dan teknologi dikemas menjadi sesuatu yang menyenangkan bukan menakutkan. Keduanya diperkenalkan kepada siswa sejak kecil," ujar Kadarsah Suryadi.

Editor: A. Dadan Muhanda

Middle banner pos
Artikel Terkait