web analytics
Top banner bank bjb
Diabetes Jadi Penyakit Kelima Terbanyak, Warga Bandung Dianjurkan untuk Ini...
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada 16 Nov, 2017 | 14:28 WIB
Diabetes Jadi Penyakit Kelima Terbanyak, Warga Bandung Dianjurkan untuk Ini...
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita (tengah). (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Penyakit diabetes mellitus menjadi kelima terbanyak penyakit yang paling banyak diderita di Kota Bandung. Hingga tahun 2013, tercatat sebanyak 33.600 orang menderita diabetes.

Sebelumnya, di tahun 2012, penderita diabetes mellitus mencapai 21.400 orang. Nyatanya, saat ini kita memang tengah dihadapkan pada pergeseran dominasi penyakit menular menjadi penyakit tidak menular, termasuk salah satunya diabetes.

“Angka itu menjadi angka tertinggi kelima setelah stroke, penyakit lansia, hipertensi, dan jantung,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita di ruang serbaguna Balai Kota Bandung, Kamis (16/11/2017).

Melihat kecenderungannya, kasus diabetes di Kota Bandung terjadi pada mulai usia 15 tahun. “Jadi memang makin ke sini usia muda sudah banyak terserang diabetes,” imbuh Rita. Tapi hal ini bukan terjadi karena faktor genetis, melainkan persoalan pola gaya hidup masa kini. Banyak anak muda yang menurutnya tidak menjaga pola makan, ditambah lagi dengan aktivitas fisik yang semakin berkurang.

Antisipasi Gerakan Masyarakat "Cerdik" dan "Patuh"

Saat ini kita dihadapkan pada era di mana kita “dihantui” oleh penyakit tidak menular. Untuk mengantisipasinya, selaras dengan Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, masyarakat harus mengenal gerakan masyarakat hidup sehat dengan program “Cerdik” dan “Patuh”.

Rita mengatakan jika kedua program ini adalah langkah preventif yang dibuat pemerintah agar masyarakat bisa terhindar dari ancaman penyakit tidak menular.

Program “Cerdik” ini terdiri atas cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres. Sedangkan program “Patuh” dibuat untuk pasien penyandang penyakit yang dideritanya tak semakin parah dan tetap terkontrol.

Program “Patuh” menganjurkan masyarakat untuk memeriksa kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, tetap diet sehat dengan gizi seimbang, upayakan berativitas fisik yang aman, serta hindari rokok, alkohol, dan zat karisoenik lainnya.

"Program Gerakan Masyarakat Sehat ini pun jika dilaksanakan tentu diharapkan bisa mencegah berbagai penyakit tidak menular. Juga dengan program ini, ke depan kami mengharapkan, khususnya masyarakat Kota Bandung, bisa menekan kasus penyakit tidak menular ini," pungkas Rita. 

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait