web analytics
Top banner bank bjb
Fenomena Bola Cahaya Besar di Langit Siberia Bukan Akhir Dunia, Tapi...
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Oct 30, 2017 | 15:09 WIB
Fenomena Bola Cahaya Besar di Langit Siberia Bukan Akhir Dunia, Tapi...
Ilustrasi fenomena aurora borealis. (Pixabay/Public Domain Archive)

AYOBANDUNG.COM – Sebuah “objek terbang” menghiasi langit Rusia dan Siberia pada 26 Oktober 2017 malam hari. Berbagai spekulasi muncul, salah satunya soal adanya invasi alien. Namun ilmuwan kini mengatakan jika itu adalah benda yang bisa dikenali.

Melansir National Geographic, uji coba rudal balistik antarbenua disalahkan oleh ilmuwan atas munculnya serangkaian bola besar bercahaya yang tampak misterius di Siberia utara dan Rusia.

Mereka muncul di wilayah kutub utara, menampilkan sebentuk sinar aurora yang menakjubkan. Tertarik dengan aurora ini, sekumpulan fotografer tak mau melewatkan fenomena indah tersebut.

Hanya 500 mil ke selatan, bola cahaya itu terlihat di langit malam yang gelap.

“Ini benar-benar (akibat) tes rudal,” ujar Astrofisikawan dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysivcs, Jonathan McDowell. “Empat rudal balistik diluncurkan dan setidaknya satu di antaranya diamati secara luas. Tidak ada keraguan tentang identifikasi pengamatan ini.”

Saksi mata mengatakan kepada Siberia Times bahwa bola cahaya tersebut pertama kali muncul sebagai bola yang kokoh, sebelum meluas dan akhirnya menghilang.

"Saya pergi untuk merokok dan mengira itu adalah akhir dari dunia ini," ujar seorang saksi, Vasily Zubkov.

Ketakutan serupa juga terjadi pada linimasa. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kantor berita Rusia, Tass, bahwa mereka melepaskan rudal balistik antarbenya dari wilayah barat Plesetsk ke wilayah uji di timur, jauh di Semenanjung Kamchatka. Rudal Topol mampu membawa senjata nuklir.

Militer Rusia diketahui kerap melakukan latihan strategis ini setiap tahunnya. Pada tahun 2009, sebuah peluncuran ujicoba yang gagal terlihat di Norwegia, menampilkan pertunjukan yang lebih aneh lagi. Saksi mengaku melihat cahaya dalam bentuk spiral dengan ukuran yang lebih besar hingga akhirnya menghilang. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi itu terjadi lantaran adanya kerusakan roket.

Kendati alasan-alasan logis dimunculkan, tetap saja masyarakat awam pasti akan kebingungan dengan fenomena-fenomena sejenis, yang indah namun juga mengerikan.

McDowell mengatakan jika masyarakat memang tidak terbiasa melihat benda seperti ini (bola cahaya besar) bergerak melintasi langit.

“Dengan tidak adanya udara yang signifikan untuk mengacaukan segalanya, hal-hal luar angkasa jauh lebih simetris dan matematis daripada yang kita gunakan di Bumi,” jelas McDowell. Hal itu dikatakannya berdasarkan pada fakta bahwa Rudal Topol telah menempuh perjalanan cukup tinggi untuk menyebabkan efek cahaya tersebut.

“Secara khusus, knalpot roket mengembang dalam gelembung besar yang jaraknya puluhan mil di seberang. Dan, jika sinar matahari menangkapnya dengan benar, yang menggelembung bisa jadi terlihat.”

Kejadian itu serupa ketika kita terbiasa melihat gas yang mengembang dan bergerak menjauh dari api unggun. Begitu kata McDowell.

Source: National Geographic

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait