web analytics
Top banner bank bjb
Pasang Surut Dukungan Golkar-Ridwan Kamil
Oleh A. Dadan Muhanda, pada 26 Oct, 2017 | 10:28 WIB
Pasang Surut Dukungan Golkar-Ridwan Kamil
Ridwan kamil/istimewa

BANDUNG, AYOBANDUNG—Golkar kembali memberikan sinyal akan mendukung Ridwan Kamil dalam Pilgub Jabar 2018 mengingat elektabilitas dan hasil survei yang terus menanjak.

Sinyal itu disampaikan,  Bendahara Umum Partai Golkar Robert Joppy Kardinal kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10).

Robert Joppy mengatakan hingga saat ini DPP Partai Golkar masih memproses nama yang bakal diusung dalam Pilgub Jawa Barat. Namun demikian, dia tidak menampik bahwa Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang akrab disapa kang Emil itu masih ada di posisi tertinggi hasil survei.

“Iya betul kami pilih pak Ridwan,” katanya dikutip beritasatu.com, (25/10)

AYO BACA : PAN Dukung Dedy Mizwar Maju Pilgub Jabar

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI ini mengatakan partai berlambang pohon beringin itu akan bersikap rasional dalam mengikuti proses Pilkada jabar. Jika elektabilitas Ridwan Kamil terpaut jauh dengan kader sendiri, kemungkinan akan mendukung wali kota yang juga arsitek itu. “Namun jika terpaut tipis, kami akan usung kader sendiri,” jelasnya.

Sinyal dukungan Golkar ini bukan kali pertama. Sebelumnya, beredar surat keputusan (SK) dukungan dari Golkar untuk Ridwan Kamil melalui pesan aplikasi whatsapp yang diduga disebarkan oleh internal partai sendiri.

Kader Partai Golkar sendiri yang digadang-gadang akan maju dalam pertarungan menuju kursi Gedung Sate 1 ini adalah Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Jabar Golkar Dedi Mulyadi. Dia kemudian mengunggat SK Golkar terhadap dukungan Ridwan Kamil itu karena dinilai illegal alias bodong dengan melaporkan kepada Polda Jabar.

Dedi Mulyadi sendiri hingga kini belum mendapatkan tiket untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jabar 2018. Yang terbaru, Bupati Purwakarta itu malah mengikuti pemaparan visi-misi dan gagasan yang diadakan oleh PDI Perjuangan. PDI P sendiri tengah menyaring 9 tokoh potensial yang akan disaring untuk diajukan menjadi calon Gubernur Jabar.

AYO BACA : Ridwan Kamil-UU usung tagname Rindu

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai gagasan yang disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat.

"Kami membutuhkan gagasan untuk membangun Jawa Barat, gagasan yang memahami kebudayaan," katanya dikuti Antara,, Rabu (25/10). 

Namun, hasto menegaskan, meski gagasan Dedi Mulyadi cukup bagus dan dibutuhkan untuk membangun Jawa Barat, tetapi terkait dengan Pemilihan Umum Gubernur Jabar, bagi PDIP sejumlah tokoh yang hadir itu ada dalam posisi politik yang sama. 

Adapun Ridwan Kamil tidak termasuk tokoh yang diundang PDI P karena memang sudah mendapatkan tiga dukungan parpol yakni partai Nasdem, PKB dan terkahir PPP. Dukungan tiga partai itu sudah cukup bagi dia untuk memenuhi persyaratan maju dalam Pilgub Jabar. Sesuai aturan KPU di Jawa Barat, syarat calon yang diusung parpol yakni 20% jumlah kursi di DPRD Jabar atau 25% perolehan suara parpol atau gabungan parpol.

Ridwan Kamil sendiri hingga kini masih membuka pintu bagi partai lain untuk merapat. Menurut kabar yang beredar, dukungan Golkar untuk Ridwan Kamil mayoritas berasal dari kader di wilayah Pantura.

Hal ini dikonfirmasi juga Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Robert Joppy. Seperti dikutip dalam beritasatu.com , dukungan kepada Ridwan kamil juga bukan tanpa syarat. Partai Golkar mengajukan nama Daiel Mutaqien Syarifudin sebagai pendamping. Daniel adalah putra Irianto MS Syarifuddin (Yance) yang juga mantan Bupati Indramayu dan bekas Ketua DPD Golkar Jabar. Pengaruh Yance diduga masih kuat di kader partai beringin itu.

Jika benar Golkar mendukung Kang Emil, maka elektabilitas dan perolehan suaranya bisa jadi semakin tak terbendung,  apalagi calon lain hingga kini masih penjajakan. 

AYO BACA : Menilik Generasi Z yang Serba Digital

Editor: A. Dadan Muhanda

Middle banner pos
Artikel Terkait