web analytics
Top banner bank bjb
Pak Presiden : "Anget Boleh, Tapi Jangan Terlalu Panas"
pada 09 Oct, 2017 | 13:58 WIB
Pak Presiden :
Presiden RI Joko Widodo. (Setkab)

SEMARANG, AYOBANDUNG.COM – Presiden RI Joko Widodo mengingatkan jika peningkatan suhu politik jelang pesta demokrasi lima tahunan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 harus dijaga agar tidak terlalu panas.

"Suhu politik naik boleh tetapi sedikit saja, anget boleh tetapi jangan terlalu panas," kata Jokowi – sapaan akrab Presiden Joko Widodo -- saat memberikan pengarahan kepada para kepala kepolisian daerah dan kepolisian resor dalam Apel Kasatwil 2017 di Semarang, Senin (9/10/2017) sebagaimana dilansir ANTARA.

Empat kali sudah Jokowi mengikuti ajang kontestasi politik. Hal yang sama akan terjadi, yakni lebih hangatnya suhu politik tiap mendekati masa kampanye. "Politik ya seperti itu, yang bener bisa jadi tidak bener, yang tidak bener bisa jadi semakin tidak bener," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta pihak kepolisian untuk bersiap-siap menghadapi pesta demokrasi dengan memetakan potensi gesekan membahayakan yang mungkin terjadi. "Sumber-sumber yang diperkirakan akan memprovokasi harus dipetakan secara detail, siapa akan melakukan apa," katanya. Lantas, ia melanjutnya, intelijen juga harus memiliki data komplet mengenai peta masalah tersebut dan bagaimana alternatif solusinya.

Jokowi juga mengatakan bahwa menurut pengalaman kunci untuk mengatasi berbagai persoalan dalam konstestasi politik adalah kesolidan dan netralitas TNI-Polri.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan jika pihaknya telah mulai melakukan pemetaan daerah rawan konflik pada Pilkada 2018.

Tito menyebutkan jika beberapa daerah menjadi perhatiannya. Seperti Jawa Barat, Kalimantan Barat dan kawasan timur Indonesia.

Source: Antara

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait