web analytics
Top banner bank bjb
Senjata Apa yang Digunakan Paddock dalam Pembantaian Las Vegas?
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada 03 Oct, 2017 | 14:22 WIB
Senjata Apa yang Digunakan Paddock dalam Pembantaian Las Vegas?
Lokasi penembakan massal di Las Vegas, Nevada pada 2 Oktober 2017. (REUTERS/Lucy Nicholson)

AYOBANDUNG.COM – Seorang pria bersenjata sekonyong-konyong buat geger kerumunan ribuan penonton konser musik di Las Vegas, AS, pada Minggu (1/10/2017) lalu. Sejauh ini, setidaknya 50 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 400 lainnya cedera. Insiden itu menjadi kejadian penembakan massal paling mematikan dalam sejarah AS.

Berdasarkan catatan kepolisian, Stephen Paddock, yang diketahui sebagai si penembak berdarah dingin, menembaki kerumuman dari lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino. Meski belum jelas senjata apa yang digunakan dalam serangan, pihak Kepolisian Las Vegas Joseph Lombardo mengatakan jika pihaknya menemukan sejumlah senjata, termasuk 10 senapan ketika memasuki kamar yang diinapi Paddock. Namun mereka yakin jika penembak bertindak seorang diri.

Dikutip dari Bustle, kecepatan tembakan yang cepat menunjukkan jika si penembak menggunakan senjata otomatis – yang sebenarnya dibatasi dengan ketat di bawah undang-undang AS.

Sementara rincian jelas soal penembakan itu masih menjadi tanda tanya, pertanyaan kemudian timbul tentang aturan kepemilikan senjata di AS. Terdapat undang-undang yang melarang penjualan senjata senapan otomatis dari tahun 1994 hingga 2004, namun larangan itu tidak pernah diperbaharui. Aturan yang ketat soal kepemilikan, membuat senjata api otomatis itu dianggap sebagai barang koleksi yang mahal dan jarang digunakan dalam kejahatan.

AS menilai kecil kemungkinan jika pembunuhan dilakukan dengan senjata otomatis. Pasalnya, pembunuhan yang kerap terjadi di AS umumnya menggunakan senjata api kecil. Namun, senjata api kecil tentu tak menimbulkan insiden pembantaian dalam waktu yang sama seperti yang terjadi di Las Vegas.

AYO BACA : http://ayobandung.com/read/20171003/66/24299/9-fakta-paddock-pembunuh-massal-keji-di-las-vegas

Berdasarkan data dari Mother Jones, senjata otomatis yang biasa digunakan dalam penyerangan itu digunakan dalam 14 kali penembakan massal publik sejak tahun 2006. Termasuk di antaranya serangan 2012 di Connecticut yang menewaskan 28 orang dan serangan Colorado yang menewaskan 12 orang. Lalu, serangan 2016 di California yang menewaskan 14 orang dan pembantaian teranyar pada tahun 2016 lalu di klub malam Pulse, Orlando yang menewaskan 49 orang.

Negara bagian Nevada sendiri memiliki beberapa undang-undang senjata yang paling permisif di AS. Artinya, seseorang tidak diharuskan memiliki lisensi atau mendaftarkan senjata yang dimiliki ke pihak yang berwenang. Tidak ada batasan jumlah senjata api yang boleh dimiliki seseorang atau batas jumlah amunisi yang dapat dibeli seseorang setiap saat. Tidak juga melarang penjualan “senjata penyerangan” – senjata sipil semi-otomatis yang dibuat menyerupai senjata militer.

Jika mendengarkan rekaman serangan, suara tembakan tidak terdengar konsisten seperti yang biasa keluar dari senjata M-16 atau AK-47 yang sepenuhnya otomatis. “Kecepatannya sedikit tidak menentu. Pada satu titik lebih lambat daripada titik lain,” ujar Pakar Senjata Massaad Ayoob sebagaimana dinukil dari The Guardian.

Paddock, kata Ayoob, bisa saja menggunakan alat bump-fire, yang ditempel pada senapan semi-otomatis. Hal itu memungkinkan Paddock untuk menembak lebih cepat. Perangkat ini (bump-fire), disebut Ayood, adalah perangkat ilegal, namun jarang digunakan oleh penembak yang serius.

Bagi Paddock, ketepatan perangkat ini tidak terlalu penting. Sebab ia menyerang area seluas dua hektare dengan 30.000 target. “Hampir setiap tembakan yang dikeluarkannya pasti akan menabrak seseorang,” kata Ayoob.

Dalam sebuah laman, bump-fire ditulis sebagai perangkat legal. Bahkan perangkat itu dijual dengan harga US$ 99,99. 

AYO BACA : http://ayobandung.com/read/20171003/66/24295/video-penembakan-las-vegas-berondongan-senapan-otomatis

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait