web analytics
Top banner bank bjb
Ini Sepatu Legendaris Generasi Orde Baru
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 24 Sep, 2017 | 15:35 WIB
Ini Sepatu Legendaris Generasi Orde Baru
Sepatu Warrior

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Zaman memang berganti terseret waktu, namun nyatanya beberapa simbol penanda tetap bertahan dalam kenang. Simbol yang bukan hanya berperan sebagai alasan kelayakan namun juga hadir menjadi penanda zaman.

Tren fesyen jadi salah satu simbol tersebut. Maka tidak terelakan bila tren mode sepatu terus berkembang mengikuti derasnya permintaan pasar. Beberapa di antaranya mundur perlahan kalah dari persaingan. Namun beberapa tetap bertahan meski terseok.

Untuk itu, AyoBandung merangkum tujuh sepatu yang pada masanya adalah alasan mengapa anak muda begitu percaya diri ketika berjalan. Berikut rangkumannya.

1. Warrior
Bentuk dan bahan canvas yang melekat pada sepatu Warrior mirip dengan Converse All Star. Apalagi keduanya sama-sama memiliki peran tersendiri bagi pendidikan Indonesia.

Masih terasa hangat diingatan ketika guru konseling tidak akan segan melakukan razia pada sepatu siswa selain dari jenis Warrior.

Namun popularitas Warrior dan Converse berada pada rentan waktu yang berbeda. Kawula muda era 1960 hingga 1980 lebih dekat dengan Warrior.

Sedangkan anak gaul di awal milenium hingga kini begitu percaya diri ketika mengenakan Converse. Padahal Warrior sudah ada sejak tahun 1930 ketika perusahaan Shanghai Huayi asal Tiongkok memproduksinya untuk keperluan olahraga.

Perbedaan keduanya sangat jelas karena Warrior memiliki keunggulan ekonomis. Dulu harganya sekitar Rp35.000 namun sekarang berkisar antara Rp125.000 hingga Rp185.000. Kini Warrior kembali dicari para pemburu sepatu untuk sekadar bernostalgia.

Menurut pantauan AyoBandung keberadaan Warrior dapat dijumpai pada beberapa toko sepatu klasik seperti di Cibadak, Sukajadi, Kosambi, dan Dalem Kaum. Namun beberapa online shop juga sudah mulai menjual kembali Warrior.

2. Dragonfly
Three Stripes tapi bukan Adidas. Itulah Dragonfly. Putih cemerlang dengan tiga garis berwarna biru dan merah menjadi padanan elegan bernuansa klasik.

Dragonfly lebih dikenal dengan nama sepatu capung. Biasa digunakan saat pelajaran pendidikan jasmani kesehatan atau penjaskes di sekolah.

Sepatu yang tenar pada tahun 1980 tersebut begitu serasi bila dipadupadankan dengan celana training klasik super pendek, ikat kepala, dan raket badminton. Mengingatkan kembali pada Clubeighthies.

Kini Dragonfly kembali menjadi incaran kawula muda milenia. Harganya tidak seperti dulu yang hanya bernilai Rp15.000. Menurut pantauan AyoBandung, kini beberapa online shop dan toko sepatu klasik menjualnya dengan kisaran harga antara Rp35.000 hingga Rp160.000.

Fashionista Bandung dapat mendapatkannya di beberapa toko sepatu di Cibadak dan Dalem Kaum.

3. Kodachi
Bentuk sepatu Kodachi mirip dengan Dragonfly namun memiliki performa fisik yang lebih kuat karena ada penambahan busa pada bagian bawah tumit kaki. Awalnya Kodachi diproduksi di Jepang sekitar tahun 1980.

Namun lambat laun ketenaran Kodachi tergeser brand terkenal asal Eropa dan Amerika sekitar tahun 1990. Sejak itu, salah satu produsen sepatu asal Indonesia mengambil alih proses produksi hingga kegiatan pemasaran Kodachi.

Tidak berubah karena nyatanya hingga kini Kodachi masih tetap mempertahankan desain klasik dengan fleksibilitas tinggi. Biasanya dimana ada Dragonfly maka di sana juga ada Kodachi. Kini harga Kodachi berkisar antara Rp45.000 hingga Rp165.000.

4. Loggo
"Loggo: Symbol of Generation." Masih ingat dengan slogan itu? Jika merasa begitu familiar maka artinya kamu sudah seharusnya lulus kuliah dan menikah.

Loggo menyimpan kenangan tersendiri bagi generasi 1990. Terutama iklannya yang dibintangi oleh beberapa artis cilik ternama seperti Marshanda hingga Dea Imut.

Kedua artis tersebut kerap memberikan pesan moral akan nasionalisme dan mengucap jargon: "Yang jago, yaa Loggo."

5. Pro ATT
Anak sekolah dasar era 1990 akan sangat percaya diri ketika berjalan menggunakan sepatu Pro ATT di jam istirahat kelas. Alasannya karena sepatu pro ATT bisa menyala ketika dipijak.

Aerodinamis dan modern adalah gambaran sederhana untuk desain sepatu Pro ATT yang didominasi oleh warna hitam tersebut.

6. New Era
Agnes Monica mungkin akan tertawa geli ketika melihat dirinya dengan ikatan rambut belah dua saat membintangi iklan sepatu New Era.

"Ingat Agnes pasti ingat New Era." Pesan tersebut disampaikan Agnes pada bagian akhir iklan dan benar saja karena para generasi 1990 akan dengan mudah mengingat New Era ketika melihat pelantun tembang Matahariku tersebut.

Terlepas dari Agnes namun nyatanya New Era memang membekas di setiap benak para remaja yang kini berusia antara 25 hingga 30 tahun.

7. Starmon
Sepatu Starmon menjadi incaran bukan hanya karena modelnya kontemporer namun juga giuran hadiah yang menyertainya.

Tidak hanya dapat digunakan untuk upacara bendera merah putih di hari Senin karena desain yang variatif membuat Starmon dapat dikenakan untuk segala aktivitas dan suasana.

Selain Starmon terdapat beberapa merek lain yang begitu mengudara pada masanya seperti Homyped, Kasogi  dan Bubble Gummers.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Middle banner pos
Artikel Terkait