web analytics
Top banner bank bjb
Indonesia Tandatangani Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir, AS Tidak
pada 21 Sep, 2017 | 09:20 WIB
Indonesia Tandatangani Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir, AS Tidak
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menandatangani Traktat Pelarangan Senjata Nuklir di Markas PBB, New York, Rabu (20/9). (ANTARA FOTO/Aditya Wicaksono)

NEW YORK, AYOBANDUNG.COM – Indonesia bersama puluhan negara lain di belahan dunia menandatangani Traktat Pelarangan Senjata Nuklir di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa alias PBB di New York pada Rabu, 20 September 2017 kemarin. Traktat soal pelarangan senjata nuklir ini yang pertama kalinya dilakukan dunia dan mengikat secara hukum

“Pagi tadi Indonesia sudah menandatangi Traktat Pelarangan Senjata Nuklir,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi seperti diwartakan ANTARA.

Traktat tersebut diadopsi pada 7 Juli lalu di Konferensi PBB di New York dan berhasil meraih dukungan 120 negara dari 193 negara anggota PBB. Sekira 60 – 70% dari keseluruhan anggota.

Traktat Pelarangan Senjata Nuklir memuat kumpulan larangan untuk berperan serta dalam segala kegiatan terkait senjata nuklir, termasuk larangan untuk mengembangkan, menguji, memproduksi, mendapatkan, memproses, menimbun, menggunakan atau mengancam untuk menggunakan senjata nuklir. Traktat tersebut bakal berlaku 90 hari setelah ditandatangani oleh sedikitnya 50 negara.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan jika traktat itu adalah salah satu langkah penting menuju tujuan internasional untuk dunia yang bebas dari senjata nuklir. “Harapan saya ini akan menghidupkan kembali upaya-upaya dunia untuk mencapainya,” ujarnya.

Kendati demikian, negara-negara yang memiliki senjata nuklir dan sekutunya memilih untuk tak terlibat dalam negosiasi tersebut. Bahkan Amerika Serikat, Britania Raya, dan Prancis mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa mereka tak terlibat dalam perundingan traktat tersebut dan tak akan menandatangani, meratifikasi atau menjadi bagian darinya.

Source: Antara

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait