web analytics
Top banner bank bjb
Perekaman KTP-el Harus Jemput Bola
Oleh Mildan Abdalloh, pada Sep 20, 2017 | 17:52 WIB
Perekaman KTP-el Harus Jemput Bola
Ilustrasi -- Seorang pria dibantu dengan petugas kecamatan sedang melakukan perekaman KTP-el. (ANTARA)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jawa Barat Abas Basyari meminta daerah untuk melakukan langkah-langkah percepatan perekaman KTP-el. Salah satunya dengan cara menjemput bola.

Hal tersebut perlu dilakukan guna menjamin seluruh warga dapat menggunakan hak pilihnya untuk Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. Apalagi mengingat data daftar pemilih tetap (DPT) diambil dari data penduduk yang telah melakukan perekaman.

"Sekarang penduduk Jawa Barat yang belum melakukan perekaman KTP-el sekitar 800 ribu orang," tutur Abas di Bandung, Rabu (20/9/2017). Ia menargetkan pada akhir tahun ini seluruh warga Jawa Barat sudah melakukan perekaman KTP-el.

Penduduk yang belum melakukan perekaman tersebut, kata Abas, merupakan warga yang sulit untuk direkam. Baik karena lokasi rumahnya yang berada di pelosok, sudah jompo, terbentur waktu, mempunyai kesadaran kurang dan hal-hal lainnya. 

Kota Bekasi, misalnya, daerah di mana penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-el tercatat paling banyak di Jabar. Menurut Abas, penyebabnya adalah banyak penduduk Bekasi yang bekerja di luar daerah, hingga tak memiliki waktu luang untuk melakukan perekaman.

"Ini yang sulit-sulitnya saja. Jadi butuh kerja keras pemerintah daerah untuk melakukan jemput bola," tegas Abas. 

Jemput bola bisa dilakukan dengan cara mendatangi rumah penduduk yang belum melakukan perekaman dengan menggunakan alat perekam yang bersifat mobile. Namun sayang, tidak semua daerah memiliki alat perekam mobile hingga ke tingkat kecamatan.

"Butuh political will dari pemerintah daerah supaya perekaman KTP-el bisa rampung sesuai target. Bukan hanya untuk alat perekam mobile saja, tapi alat perekam di kecamatan juga banyak yang harus diperbaharui, jadi harus ada pengadaan juga," imbuh Abas.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait