web analytics
Top banner bank bjb
Prancis Mewarnai Deretan Negara Eropa dengan Harga Rokok Termahal
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada 07 Jul, 2017 | 10:40 WIB
Prancis Mewarnai Deretan Negara Eropa dengan Harga Rokok Termahal
Ilustrasi. (REUTERS/Michaela Rehle)

AYOBANDUNG.COM – Pemerintah Prancis bakal menaikkan harga sebungkus rokok menjadi 10 euro per bungkus. Harga ini setara dengan Rp 151.300. Harga satu bungkus rokok Prancis ini disebut-sebut bakal menjadi harga rokok tertinggi di Eropa.

Tidak ada pilihan lain bagi Prancis. Apalagi mengingat 80.000 kematian akibat rokok per tahun yang terjadi di negara kiblat fesyen dunia itu.

 “Tembakau adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah,” ujar Perdana Menteri Prancis, Eduardo Phillipe. Ia sendiri tidak memberikan deadline untuk kenaikan harga tersebut.

Dikutip dari The Local France, sekitar 80 persen bea masuk ke pemerintah dalam pajak menghasilkan pendapatan 14 miliar euro pada setiap tahunnya.

Presiden Emmanuel Macron, yang terpilih pada bulan Mei, mengatakan dalam kampanyenya bahwa dirinya terbuka untuk menaikkan harga sebungkus rokok menjadi 10 euro. Namun, ia juga mendesak negara-negara tetangga untuk mengikutinya.

Beberapa orang telah menyatakan kekhawatiran bahwa kenaikan harga hanya akan menyebabkan Prancis berbelanja di luar negeri untuk mendapatkan tembakau. Ujung-ujungnya, adalah pasar gelap rokok.

Diperkirakan saat ini ada 16 juta orang perokok di Prancis. Mereka berada pada rentang usia 15 hingga 85 tahun.

Perokok di Prancis sudah membayar beberapa harga tertinggi untuk di Uni Eropa. Sebelumnya, harga satu bungkus rokok di Prancis berkisar di harga tujuh euro atau setara dengan Rp 106.000.

Di Irlandia, harga satu bungkus rokok dinaikkan menjadi 10 euro pada tahun 2014 lalu. “Prancis adalah salah satu negara paling lambat di dunia mengenai rokok,” ujar Menteri Kesehatan Prancis, Agnes Buzyn sebagaimana diwartakan Reuters.

Buzyn mengatakan bahwa tingkat merokok di Inggris telah turun dari sekitar 30 persen menjadi 20 persen selama beberapa dekade terakhir. Sementara di Prancis, tingkat merokok masih berada di angka 30 persen.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait