web analytics
Top banner bank bjb
Sajian Nikmat Es Cendol Elizabeth, Minuman Khas Kota Bandung
Oleh Ananda Muhammad Firdaus, pada 05 Jun, 2017 | 21:33 WIB
Sajian Nikmat Es Cendol Elizabeth, Minuman Khas Kota Bandung
Es Cendol Elizabeth.(sportourism.id)
BANDUNG, AYOBANDUNG -- Siapa yang tidak kenal dengan cendol? Minuman tradisional khas tanah Pasundan ini banyak diminati oleh berbagai kalangan. Saking enaknya, pecinta kuliner, saat Ramadan berburu ke supermarket atau di pinggir jalan.
 
Minuman berbahan baku tepung sagu, gula aren, buah kelapa, dan daun suji ini banyak ditemui di Kota Bandung salah satunya Cendol Elizabeth. 
 
Cendol Elizabeth sudah melegenda di Kota Kembang sejak dulu. Berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya. Ia pergi mengais rezeki sebagai tulang punggung keluarga di kampung. Berbekal keberanian di usia muda, Haji Rohman mengikuti jejak sang paman nekat berjualan cendol di Kota Bandung.
 
Singkat cerita, Haji Rohman berdagang cendol di Bandung berpindah-pindah lokasi. Hingga satu waktu, ia menemukan tempat berjualan tetap di sekitar Jalan Otista--Oto Iskandar Dinata--dan bertemu dengan Eli sang pemilik toko Elizabeth. 
 
Saat itu, Eli sering menitipkan tas jualannya ke Haji Rohman. Jika tas itu terjual, pelanggan sering meminta gratis cendol Haji Rohman. Kejadian yang berulang itu akhirnya membuat cendol dagangannya disandingkan dengan nama toko Elizabeth. Lantas dari sana cendol Haji Rohman resmi bernama Cendol Elizabeth.
 
Dalam perjalanannya, bisnis cendol Haji Rohman penuh dengan lika liku. Penamaan Elizabeth yang membawa nama cendol melesat mendapat tantangan pula di kemudian hari. Anak kedua Haji Rohman, Nur Hidayah (30) mengungkapkan, suatu waktu bisnis ayahnya yang dianggap menggiurkan diikuti oleh orang-orang. Bukan hanya cendol yang dijual, penamaan Elizabeth tanpa persetujuan ayahnya pun disematkan pada barang jualannya. 
 
“Dulu bapak sudah ingatkan jangan pakai nama Elizabeth juga, kalau mau bersaing yang sehat. Tapi preman-preman pada datang ke sini,” ungkap Nur saat ditemui AyoBandung, Senin (5/6/2017).
 
Nur pun menyadari, jika penamaan Elizabeth belum dipatenkan Haji Rohman. Wajar, banyak orang melihat kesempatan untuk berjualan cendol dengan nama Elizabeth. Namun, ia mengakui, Haji Rohman bisa bijak dan tidak mempermasalahkan kembali.
 
"Dari sana bapak sudah mikir, terserah, rejeki sudah ada yang mengatur. Toh dengan jualan mereka bisa menghidupi anak istri, jadi nggak ganggu orang lain,” ungkapnya. 
 
Berbeda dengan kisah itu. Seorang penjual Cendol Elizabeth di pinggir jalan, Ade (63) mengklaim berjualan cendol berdasarkan resep yang didapat dari dapur Cendol Elizabeth Haji Rohan sendiri. “Kan pertama ada pegawai Elizabeth keluar terus jualan cendol. Resepnya dibeli. Jadi istilahnya, saya bisa nanti dibeli orang lain, nanti bisa, dibeli lagi oleh orang lain, jadi merantai,” paparnya.
 
Sama hal seperti yang diungkap Ade. Aris (37), penjual Cendol Elizabeth lain, mengatakan cendol jualannya hasil produksi rumahan. Soal resep, ia mengaku sama dengan yang asli. 
 
Selain itu, ia pun mengungkapkan berkat Cendol Elizabeth Haji Rohman, cendolnya banyak yang meilirik. "Jadi nama Elizabeth itu berkah bagi pedagang dadakan,” katanya.
 
Soal harga, Cendol Elizabeth buatan Haji Rohman dibanderol Rp16.000/liter dan kemasan kecil Rp6.000. Tidak berbeda dengan di pinggir jalan, Rp14.000-Rp15.000/liter dan kemasan kecil Rp5.000.
 
Cendol Elizabeth Tutup Selama Ramadan
 
Uniknya, Cendol Elizabeth Haji Rohman Cabang Otista kala memasuki bulan Ramadan justru tutup. Pecinta kuliner hanya dapat menemukan Cendol Elizabeth Haji Rohman di Jalan Inhoftank. 
 
Nur kembali melanjutkan keunggulan Cendol Elizabeth Haji Rohman memiliki bahan baku yang sulit didapat.
 
“Kalau resep sama saja, tapi kadang ada yang nakal. Daun suji sekarang nggak ada prosdusennya dan nggak ada petaninya. Kebanyakan daun suji ngambil yang tumbuh liar. Kalau kami kan sudah menyediakan kebun untuk ditanami pohon suji. Kalau kami nggak tanam sendiri, pasti kewalahan untuk pewarna," ujarnya.
 
Selain itu, bahan dasar tepung sagu sulit ditemukan, sehingga pada bulan Ramadan tepung sagu diganti bahan lain oleh penjual di pinggir jalan. 
 
Selain tepung, Nur mengungkapkan produksi Cendol Elizabeth Haji Rohman memiliki stok dan memiliki bahan baku sendiri.
 
Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, usaha Haji Rohman memang menemukan kesukseksan sendiri dan membawa nama baik bagi Kota Bandung. Haji Rohman sendiri memiliki empat cabang Cendol Elizabeth, di antaranya di Jalan Inhoftank dan Jalan Otista. Selanjutnya dua cabang lain di luar Bandung, di Tasikmalaya dan Majalaya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Middle banner pos
Artikel Terkait