Warga Bandung Bisa Berkeluh Kesah Lewat Aplikasi Ini

  Senin, 11 Desember 2017   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan para perwakilan peserta workshop pembuatan platform untuk integritas e-musrenbang dan GIS di Aula Pendopo Kota Bandung, Senin (11/12/2017).(Eneng)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Asian Development Bank memberikan hibah Geographic Information System atau GIS ke Kota Bandung sebagai aplikasi penginputan dan pengolahan data spasial.

Dengan berbagai fiturnya, GIS dinilai bermanfaat untuk perencanaan tata kota terutama dalam hal penyajian informasi secara grafis. Tampilan data pun lebih mudah dibaca dan akurat.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan teknologi GIS semakin mempermudah warga Bandung untuk memberikan saran dan kritik seputar permasalahan di Kota Kembang.

"Teknologi ini akan sangat berguna di mana warga bisa menginput data tentang permasalahan dan aspirasinya, sehingga bisa dibaca langsung oleh pemkot berdasarkan peta," ujar Ridwan di Aula Pendopo Kota Bandung, Senin (11/12/2017).

Teknologi peta ini, kata Emil --sapaan akrab Ridwan--, akan memberikan input kepada pemkot Bandung untuk mengambil keputusan perencanaan yang lebih baik.

Sebagai contoh, mulai dari pemetaan permasalahan daerah seperti kekurangan air, tingkat kekumuhan tertinggi, tingkat tindakan kejahatan terbanyak, tempat tinggal para manula, dan lainnya.

Emil mengatakan kucuran dana Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK), yang dirilis pada 2015 tersebut kerap dipukul rata tanpa melihat besar kecilnya demografi penduduk di suatu RW.

"Seperti PIPPK sekarang kan kami pukul rata, per RW Rp100 juta. Padahal ada RW yang penduduknya sedikit dan penduduknya banyak. Nah itu susah karena enggak ada data dan petanya," ujarnya.

Oleh karena itu, adanya GIS, perencanaan tata kota bisa lebih efisien hingga ratusan miliar, melalui penyusunan data yang semakin akurat.

"Karena kekurangan data akurat sering megakibatkan perencanaan dan pembiayaan tidak efisien. Makanya dengan sistem ini yang Insya Allah selesai di triwulan I/2018 bisa dipakai untuk mencanangkan pembangunan yang lebih efisien dan lebih murah di tahun berikutnya," kata Emil.

Masyarakat Bisa Mengakses dengan Mudah

Setelah rampung, menurut Emil, GIS dapat diakses seluruh elemen masyarakat.

"Misal ada yang tanya 'Pak alamatnya anu, anu, anu di mana ya? Nah nanti di aplikasi contohnya bisa share lokasi. Nanti setiap hari akan muncul peta problem. Berupa titik-titik mana saja yang dianggap problematik sehingga bisa dimonitor lebih baik," ujar Emil.

Di samping itu, sistem ini pun mampu meminimalisir pelaporan palsu serta implementasi aplikasi e-Musrenbang terpetakan dengan jelas.

"Intinya sistem ini untuk melihat di mana yang menjadi permasalahan. Sehingga penanganan tata kota bisa kita geser, dan tidak dipukul rata anggaran," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar