Dampak Isu Naiknya Cukai dan Narkoba pada Cairan Vape

  Jumat, 01 Desember 2017   Andres Fatubun
Ilustrasi rokok elektrik. (Abdillah Hanifan)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM --
Sejumlah produsen cairan vape mengaku mengalami penurunan omzet. Hal itu disebabkan beredarnya isu naiknya cukai dan kandungan narkoba sintetis dalam cairan rokok elektrik.

"Isu narkoba dalam liquid(cairan Vape) jelas ada imbasnya pada penjualan, omzet juga turun drastis dari biasanya Rp50 juta per bulan sekarang cuma Rp. 20 juta setiap bulannya," tutur salah satu produsen liquid Vape, Rizal Sayyid(21) di Bandung, Kamis(30/11).

Menurunnya omzet pada penjualan berimbas pada pemangkasan pekerja karena produksi yang menurun.

Produsen dan pemilik vape store RCKS ini mengakui beredarnya narkoba dalam cairan vape memang benar. Namun bukan dalam bentuk cairan, tetapi zat lain yang bisa dicampur dengan bahan seperti rokok konvensional.

"Itu sebetulnya oknum karena kalau produsen sama pemakainya yang masuk komunitas itu lebih terpantau" ungkap Rizal.

Guna memberikan pemahaman, maka para pecinta rokok elektrik atau yang lebih dikenal Vapor yang tergabung dalam Bandung Timur Vape Squad (BTVS) mengambil langkah preventif.

"Kita sering menggelar edukasi untuk pengguna vape, yang suka kena itu biasanya yang diluar komunitas karena di komunitas sendiri tidak pernah ada," jelas founder Bandung Timur Vape Squad (BTVS), Erga Wegiant.

Sedangkan perihal cukai yang naik, Erga mengungkapkan tidak kebaratan namun harus ditunjang oleh regulasi yang jelas.

"Kita enggak keberatan kalo ada pajak(cukai cairan vape) daripada jadi ilegal atau abu-abu seperti sekarang. Kita juga mau bantu devisa untuk negara tapi regulasinya jangan berubah-ubah seperti sekarang" pungkas Erga. (Abdillah Hanifan/job)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar