Begini Alasan Harga Beras di Jabar Selalu Mahal

  Senin, 30 Oktober 2017   Mildan Abdalloh
Ilustrasi: Petani merontokkan gabah saat panen padi di lahan pertanian di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/10/2017). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan mata rantai distribusi beras yang masih panjang menyebabkan harga komoditas itu sering meningkat setiap saat di provinsi tersebut.(Antara)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan mata rantai distribusi beras yang masih panjang menyebabkan harga komoditas itu sering meningkat setiap saat di provinsi tersebut.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan selama ini Jabar terkenal dengan lumbung beras nasional. Namun, rantai distribusi masih menjadi permasalahan yang menyebabkan tingginya harga komoditi tersebut.

Ia menjelaskan sejumlah daerah di Jabar yang menjadi lumbung beras seperti Karawang, Cianjur, dan Kabupaten Bandung mempunyai kecenderungan menjual produksi ke Jakarta.

"Daerah yang penghasilannya minus, banyak yang dikirim dari Jakarta, padahal jika membeli langsung di Karawang misalnya harganya akan lebih murah. Itu kenyataan di lapangan, beras Jabar itu banyak piknik ke daerah lain kemudian kembali ke Jabar," tutur Aher, Senin (30/10/2017).

Ia mengharapkan pemerintah kabupaten/kota melakukan langkah nyata seperti mendorong pembelian beras langsung dari daerah-daerah surplus, bukan Jakarta.

"Jabar itu secara keseluruhan surplus beras, harusnya harga beras lebih murah. Rantai distribusi yang panjang ini bisa menjadi salah satu penyebab harga beras lumayan tinggi," katanya.

Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Jabar, lanjut Aher, harus melakukan berbagai upaya agar beras mampu ditekan, mengingat komoditas itu merupakan salah satu komponen penyebab tingginya inflasi.

"Beras itu makanan pokok dan ideologi. Masyarakat walaupun sudah mengonsumsi talas, singkong, jagung, atau sumber karbohidrat lain, tidak disebut makan kalau belum makan nasi. Sebagai pemerintah harus menyediakan kebutuhan tersebut," tandasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar