Sariban dan 476 Puntung Rokok

  Sabtu, 19 Agustus 2017   Andres Fatubun
Sariban dan 476 puntung rokok yang dikumpulkannya saat Apel Akbar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di kediamannya di Cikondang, Bandung, Sabtu (19/8). (AyoBandung/Andres Fatubun)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- "Satu...dua...tiga...," hitung Sariban sambil mengelompokkan lima-lima puntung rokok di halaman teras rumahnya. Hitungannya berhenti di angka 95 dan hanya tersisa sepuntung rokok. Total jumlahnya 476 puntung, hasil dari 5 x 95 + 1.

"Ini puntung rokok yang dibuang sembarangan yang saya kumpulkan dari apel akbar Pemprov Jabar tadi pagi," jelas Sariban ketika ditemui di kediamannya di kawasan Cikondang, Bandung Sabtu (19/8/2017). 

Puntung rokok itu Sariban ambil satu per satu di Lapangan Gasibu, Bandung sekira pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB tadi pagi. “Ini belum yang di bawah tenda tamu. Kalau dikumpulkan pasti lebih banyak lagi,” kata Sariban.

Laku Sariban untuk mengumpulkan puntung rokok itu rupanya tak hadir ujuk-ujuk. Ia prihatin dengan sikap aparatur negara yang tak bisa membuang puntung rokok ke tempat sampah. “Mereka ini kan pegawai negeri, seharusnya bisa menjadi contoh. Bagaimana ini kalau Pak Gubernur tahu?” tanyanya sembari mengembalikan semua puntung rokok itu ke dalam kantung kresek merah.

Pagi itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengumpulkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di wilayahnya untuk menghadiri Puncak Peringatan Hari Jadi Provinsi Jabar ke-72. Apel dihadiri ribuan PNS Pemprov Jabar yang bertugas di tingkat provinsi dan daerah. Dalam amanatnya, Aher menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh PNS yang sudah menunjukan dedikasi, disiplin, dan kinerja terbaiknya. 

Sariban, pria lanjut usia yang terkenal dengan sepeda dan seragam kuningnya ini mengaku tak ingin membuat masalah dengan menunjukkan temuannya itu. Ia hanya menyampaikan pesan moral, sebaiknya kita semua bertanggung jawab dengan sampah milik kita sendiri. "Sampahku ya tanggung jawabku," jelas Sariban singkat. 

Tapi Sariban menyanggah jika alasan membuang sampah sembarangan itu karena tidak adanya tempat sampah di sekitar Lapangan Gasibu."Kata siapa enggak ada? Ada itu!" katanya dengan nada meninggi.

"Ini masalah kebiasaan, mereka kan pinter-pinter, masak buang sampah aja enggak tahu," ucap Sariban.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar