Ternyata, Tato 4:20 di Tangan Ello Itu Adalah Kode Untuk...

  Kamis, 10 Agustus 2017   Asri Wuni Wulandari
Penyanyi Marcello Tahitoe. (Instagram @marcello_tahitoe)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Penyanyi Marcello Tahitoe, tercyduk! Namun momen terciduknya pria yang akrab disapa Ello ini membawa mata kita mendadak terfokus pada tato di lengan kanan Ello bertuliskan : 420.

Apa itu ‘420’?

“4:20 di tato Ello ditanya artinya apa, jawabnya : “jam jam dimana matahari lagi bagus-bagusnya” Itulah narkoba,” tulis pemilik akun Twitter @_Hrst mengomentari penangkapan Ello.

Dalam satu waktu, beberapa pewarta pernah mempertanyakan apa makna dari tato ‘420’ tertancap di dalam kulitnya. Kala itu Ello menjawab jika 4:20 adalah waktu dimana matahari tidak begitu panas. Ello, katanya, menyukai cuaca di pukul 4.20 sore.

Matahari sore memang tak terlalu panas. Sangat asyik kalau dimanfaatkan untuk sekadar jalan-jalan sore atau diam di rooftop kantor sembari mendadak puitis menunggu matahari terbenam.

Namun, cobalah telusuri itu di Mbah Google dengan keyword ‘420’. Maka tak ayal, yang muncul adalah serba serbi soal ganja. Tak aneh, sebab 420 adalah sebuah kode dalam budaya ganja yang merujuk pada waktu paling yahud untuk mengonsumsi ganja. 4:20 pm atau jika dalam hitungan waktu 24 jam menjadi pukul 16.20. Dan, 420 juga ditengarai sebagai hari perayaan ganja yang jatuh pada setiap 20 April.

Menukil The Independent, 420 merupakan mitos yang berkembang di perkotaan. Sebagai kode pidana di negara bagian California, Amerika Serikat, yang digunakan oleh aparat kepolisian untuk kasus-kasus penggunaan ganja. Namun, mitos itu tidak berlaku di beberapa negara bagian AS lainnya.

Sementara Huffington Post menyebutkan bahwa istilah 420 berasal dari sekelompok pelajar sekolah menengah di California pada era 1970an, yang kemudian diperkuat melalui subkultur yang melekat pada salah satu grup musik California, Grateful Dead.

Istilah itu diduga tercipta pada tahun 1971 ketika sekelompok pelajar dari San Rafael High School melanjutkan perburuan sebidang tanaman ganja yang konon tumbuh di dekat Pos Penjaga Pantai Point Reyes Peninsula. Katanya, sekumpulan remaja itu berjanji bertemu pada pukul 16.20 untuk bersama-sama pergi mencari tanaman ganja.

Meski mereka tidak menemukan tanaman itu, namun angka 420 tetap menjadi kode yang berguna bagi mereka untuk saling berkomunikasi satu sama lain.

Steve Capper, salah satu dari lima pelajar itu, bercerita kepada Huffington Post. Rupanya, kode 420 itu semacam telepati yang digunakan bagi lima sekawan itu. Semacam kode yang punya arti : “Apakah kamu ingin merokok?” atau “Apa kamu mau?”.

“Guru kami tidak tahu apa yang sedang kami bicarakan. Orang tua juga tidak tahu apa yang sedang kita bicarakan,” aku Steve.

Lalu pertanyaannya, mengapa kode 420 itu, yang hanya bermula dari segelintir bocah ingusan yang mencoba nakal, bisa mendunia hingga masuk ke halaman Wikipedia.

Jawabannya, gara-gara pertemanan geng mereka yang dijuluki Waldos dengan grup musik Grateful Dead. Sementara Grateful Dead diketahui sebagai salah satu band ter-hits di zamannya. Groupies-nya tentu dimana-dimana. Dan, melalui penggemar band beserta skena subkultur yang melingkupinya itulah, kode 420 tersebar hingga seluruh dunia.

Begitu kira-kira kisahnya. Dan, kira-kira begitu juga yang bisa kamu maknai jika orang-orang di dekatmu mendadak menyebut : ‘420’.

Dan, dari kode 420 pula, kita mungkin bisa menduga-duga sejak kapan Ello mulai terjerumus dengan kisah cintanya bersama ganja. Jika menilik ke belakang, konon tato itu telah muncul di tubuh Ello sejak kali pertama Ello merilis album Realistis/Idealis tahun 2008 silam. Alhasil, jika dihitung, bisa jadi telah hampir satu dekade Ello berkutat dengan ganjanya.

Mungkin saja, sejak itu Ello diperdengarkan oleh lagu “Anti Gandja” dari The Brims. Lagu yang hits di era 1970an itu menulis : “Bila kau tak percaya kata-kata kami, pasti kau menyesal nanti…”

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar