Kesepian Membunuhmu Setara Obesitas dan Sebungkus Rokok Sehari

  Kamis, 27 Juli 2017   Arfian Jamul Jawaami
Ilustrasi kesepian. (onlymesagges)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kesepian dalam kesendirian beberapa saat untuk sekedar berdialog dengan diri sendiri terkadang terasa begitu intim dan melegakan. Namun apa jadinya bila kesepian menemani hari demi hari begitu rutin dan memilukan? Sebenarnya perasaan itu dapat membunuhmu perlahan.

Lalu apa kaitan antara kesepian dengan pembunuhan? Mungkin tidak ada selain dari kamu akan mati tragis sendirian. Namun para peneliti mengungkapkan bila antara kesepian dan kematian dini memiliki hubungan yang sangat erat. Seperti dikutip dari Daily Express bila rasa kesepian memiliki dampak negatif pada kesehatan setara dengan efek obesitas serta berbahaya layaknya mengkonsumsi alkohol dan sebungkus rokok dalam satu hari.

Kesepian yang dimaksud berarti keadaan sendiri dan terasing dari kehidupan sosial walau tengah berada dalam keramaian. Bahayanya kini sindrom kesepian sangat rentan dialami oleh pekerja muda urban yang tengah mencoba hidup mandiri. Sehingga diperlukan adanya hubungan kontak sosial secara langsung yang menghadirkan ruang dan emosi. Dalam arti lain, konteks media online tidak dapat mengobati rasa kesepian

Bahkan seperti dikutip dari Sky News bila media sosial justru membuat pengguna semakin kesepian dan merasa sendiri. Alasannya semakin seseorang bergelut menghabiskan waktu dengan media sosial maka akan semakin membuatnya menjauh dari kenyataan.

Menurut studi dalam jurnal American Journal of Preventive Medicine para peneliti menemukan bila seseorang megunjungi situs internet sebanyak 58 kali atau lebih dalam kurun waktu satu minggu maka berisiko tiga kali lebih tinggi mengalami kesepian.

Kini masalah kesehatan mental yang merupakan penyebab lahirnya isolasi sosial sudah berada pada tahapan kritis bagi kalangan muda. Artinya media sosial bukanlah solusi dalam menangani masalah kesepian.

Selain karena adanya pengorbanan waktu yang menyebabkan intensitas dengan kenyataan namun media sosial juga dapat memicu rasa iri dan rendah diri bagi para pengguna.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar