Iklan dan Penjualan Rokok : ASEAN Melarang Keras, Indonesia Liberal

  Selasa, 25 Juli 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (REUTERS/Michaela Rehle)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Seluruh Negara-negara Asia Tenggara telah melarang total adanya iklan tembakau di media cetak, televisi, radio dan film. Terkecuali, Indonesia.

Direktur Eksekutif Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara (SEATCA), Bungon Ritthiphakdee mengatakan, kebijakan pajak dan cukai tembakau di negara-negara Asia Tenggara secara bertahap telah diperkuat. Hal ini tetap dilakukan meski harga rokok di beberapa Negara masih sangat rendah, berada di bawah US$ 1 per bungkus.

Seluruh negara Asia Tenggara juga telah menerapkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok. "Yang terbesar adalah Thailand (85 persen di bagian depan dan belakang) disusul oleh Brunei Darussalam, Laos, Myanmar sebesar 75 persen," ujar Bungon di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Di Thailand, kios-kios tidak memajang rokok secara bebas, walau bungkusnya sudah diharuskan polos warna putih. Hanya orang dewasa yang boleh membeli rokok, itupun harus menunjukkan identitas, dan rak penyimpan rokok selalu ditutup. 

Sementara di Indonesia, penjualan rokok sangat liberal. Tidak jarang justru yang menjaga warung rokok adalah anak-anak yang seharusnya dilindungi dari paparan efek buruk rokok. Orang bebas menjual rokok di mana saja, bahkan di samping sekolah atau rumah sakit.

Padahal, menurut Bungon, penggunaan tembakau masih menjadi salah satu penyebab kematian dini di dunia yang sebenarnya dapat dicegah. Di wilayah Asia Tenggara misalnya, tembakau membunuh sekitar 500.000 jiwa per tahun dengan komposisi setengah laki-laki dewasa adalah perokok yang merupakan 10 persen dari total perokok dunia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar