web analytics
Top banner bank bjb
Kenapa Bisa Ada Pecinan Di Bandung?
pada Feb 06, 2016 | 07:03 WIB
Kenapa Bisa Ada Pecinan Di Bandung?
PECINAN: salah satu Foto tempat mayoritas warga etnis keturunan Tionghoa,Kampung Suniaraja (Jalan Suniaraja) di Bandung.(bandoenglover)

BANDUNG, AYOBANDUNG.com - Di beberapa tempat di Bandung, ada tempat yang mayoritas warganya etnis keturunan Tionghoa, sebenarnya bagaimana mereka bisa berada di Bandung?

Dikutip dari beberapa sumber menurut Kuncen Bandung, Haryoto Kunto dalam Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, menuturkan bahwa warga Tionghoa di Pulau Jawa pindah ke Bandung ketika terjadi perang Diponegoro (1825) setiba di Bandung sebagian besar tingal di Kampung Suniaraja dan sekitar Jalan Pecinan Lama untuk menetap dan mencari nafkah.

Pada tahun 1885 barulah mereka menyebar ke Jalan Kelenteng yang ditandai dengan pembangunan Vihara Satya Budhi, Pecinan berkembang pesat sekitar tahun 1905 di sekitar Pasar Baru yang umumnya pedagang dari warga Tionghoa.

Sedangkan menurut Budayawan Tionghoa, Drs. Soeria Disastra mengatakan bahwa pecinan memang ada tetapi tidak membatasi hubungan warga pribumi dan dan Tionghoa, hanya saja Belanda tidak senang dengan kedekatan itu dan akhirnya membatasi pribumi dari segi perekonomian.

Selain di Pasar Baru kawasan pescinan juga ada di Suniaraja dan Citepus tahun 1914, tetapi saat peristiwa Bandung Lautan Api (1946), kios-kios di Pasar Baru dibakar Tentara Belanda.

Bandung terbagi menjadi dua wilayah yang memisahkan kedekatan warga pribumi dan Tionghoa, akibatnya warga Tionghoa mengungsi ke kawasan Tegalega, Kosambi, Sudirman, dan Cimindi.

Kawasan Pecinan menjadi lebih luas lagi ke daerah-daerah tersebut sehingga menyatukan kembali warga Pribumi dan Tionghoa.

Setelah peristiwa tersebut, di Indonesia banyak aturan yang membatasi gerak Warga Tionghoa, akan tetapi setelah melalui proses panjang warga Tionghoa bisa diakui di Indonesia.

Sebagai contoh, Imlek dijadikan Hari Libur Nasional, serta kebebasan yang diberikan di segala bidang, dan kebudayaan yang mulai berbaur dengan masyarakat.

Saat ini daerah di Bandung yang dikenal dengan Pecinan bisa kita lihat di Jalan Pasar Baru, Jalan ABC, Jalan Banceuy, Jalan Gardu Jati, Jalan Cibadak, dan Jalan Pecinan Bandung.

Hal tersebut membuktikan eksistensi warga Tionghoa yang konsisten pada apa yang mereka lakukan saat pertama kali datang dengan menjadi pedagang di beberapa kawasan.(Agung)

Editor: Yatti Chahyati

Middle banner pos
Artikel Terkait